-->
-->
Product : Levao
JENGGALA WATERFALL : This tourist attraction was originally called Curug Tempuan, because this waterfall is a confluence of several rivers that merge into one. So that local residents hold a meeting with village officials. This meeting discussed the change in the name of the waterfall. So the waterfall changed its name to Curug Jenggala.
THE LEGEND OF THE TAPOMAS RESERVOIR : In the 1980s, the pride of the residents was destroyed to stem the Serayu river during the New Order government, which at that time developed a dam project for a hydroelectric power plant (PLTA) by damming the Serayu river in Wanadadi District.
Product description : A true everyday pant. Super soft and comfortable. The stretch lace trim at your waist and legs offers a custom fit for all day comfort that won't show through clothes
Visit the Reebok Store : Reebok Women’s Underwear – Seamless Hipster Briefs (4 Pack)
Fashion Advertisement

Thursday, November 28, 2019

Prakiraan Iklim

BATASAN DAN ISTILAH DALAM PRAKIRAAN IKLIM
Prakiraan Musim Kemarau 2018 (By BMKG)
1. Definisi Sifat Hujan
Curah Hujan (mm) adalah ketinggian air hujan yang terkumpul dalam penakar hujan pada tempat yang datar, tidak menyerap, tidak meresap dan tidak mengalir. Unsur hujan 1 (satu) milimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air hujan setinggi satu milimeter atau tertampung air hujan sebanyak satu liter.

Sifat Hujan bulanan merupakan perbandingan antara curah hujan yang terjadi (aktual) pada satu bulan terhadap nilai rata-rata curah hujan bulan yang bersangkutan. Berdasarkan Normalnya  sifat hujan dibagi dalam 3 (tiga) katagori, yaitu :
  •  Atas Normal : jika nilai perbandingannya lebih dari 115%
  • Normal : jika nilai perbandingannya antara 85% - 115%
  • Bawah Normal : jika nilai perbandingannya kurang dari 85%
Berdasarkan Nilai Standar deviasinya sifat hujan dibagi menjadi 5 (lima) katagori yaiyu :
  • Jauh Diatas Normal : X > Xr + 1,5 SD
  • Atas Normal : Xr + 1,5 SD > X > Xr + 0,5 SD
  • Normal : Xr + 0,5 SD > X > Xr – 0,5 SD
  • Bawah Normal : Xr – 0,5 SD > X > Xr – 1,5 SD
  • Jauh Dibawah Normal : X < Xr – 1,5 SD 
Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama 30 tahun berturut - turut yang periode waktunya dapat ditentukan secara bebas.

Standar Normal Curah Hujan
bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama 30 tahun berturut - turut yang periode waktunya sudah ditetapkan, yaitu:

    1 Januari 1901 s/d 31 Desember 1930,
    1 Januari 1931 s/d 31 Desember 1960,
    1 Januari 1961 s/d 31 Desember 1990,
    1 Januari 1971 s/d 31 Desember 2000,
    1 Januari 1981 s/d 31 Desember 2010,
    1 Januari 1991 s/d 31 Desember 2020, dan seterusnya.
2. Zona Musim (ZOM)
Ciri khas dari Prakiraan Musim BMKG adalah berdasarkan pada pembagian zona musim (ZOM). ZOM adalah daerah yang pola hujannya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan periode musim hujan. Pola ini, diperoleh dari perhitungan rata-rata hujan bulanan atau dasarian dari seluruh pos hujan di Indonesia dengan menggunakan data periode 1961-1990. Pengelompokkan Daerah Tipe Hujan, yang selanjutnya dijadikan ZOM, dilakukan dengan menggunakan metoda cluster. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa, tidak seluruh daerah di Indonesia termasuk dalam kategori ZOM.

Wilayah Indonesia terdiri atas 342 Zona Musim (ZOM). Wilayah tersebut antara lain; Sumatera 54 ZOM, Jawa 150 ZOM, Bali 15 ZOM, Nusa Tenggara Barat 21 ZOM, Nusa Tenggara Timur 23 ZOM, Kalimantan 22 ZOM, Sulawesi 42 ZOM, Kepulauan Maluku 9 ZOM dan Papua 6 ZOM.

3. Batasan/Definisi Dasarian
Dasarian adalah masa selama 10 (sepuluh) hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu :
  • Dasarian I : masa dari tanggal 1 sampai dengan 10
  • Dasarian II : masa dari tanggal 11 sampai dengan 20
  • Dasarian III : masa dari tanggal 21 sampai dengan akhir bulan. 
4. Batasan/Definisi Awal Musim
Awal  (permulaan) musim  hujan  ditandai  oleh  curah  hujan  selama  satu  dasarian(10 hari) jumlahnya lebih dari 50 mm, diikuti beberapa dasarian berikutnya yangjuga  lebih  dari  50  mm. Sedangkan awal musim  kemarau  ditandai  dengan  curah hujan  selama  satu  dasarian  kurang  dari  50  mm,  diikuti  dua  atau  lebih  dasarian berikutnya. 

5. Anomali Awal Musim
Anomali  awal  musim  adalah  perbandingan  awal  musim  dengan  rata-rata  awal musim. Ada
tiga (3) kategori anomali awal musim, yaitu:
  • Maju, jika awal musim lebih cepat dari rata-ratanya.
  • Sama jika awal musim sama dengan rata-ratanya.
  • Mundur, jika awal musim lebih lambat dari rata-ratanya

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner