Penanganan Dampak Kemarau Di Cilacap - Blog-QuL

Advertisment

Breaking News

Penanganan Dampak Kemarau Di Cilacap

Teguh Wardoyo
PERMASALAHAN MUSIM KEMARAU DI CILACAP
DAN SOLUSI PENANGANNYA
 
PMG MADYA
Operational Manager Of Meteorology and Climatology
BMKG, Stasiun Meteorologi Cilacap 
Jl. Gatot Subroto No 20 Cilacap

Wilayah Kabupaten Cilacap merupakan daerah rawan terhadap bencana alam Hidrometeorologi. Berdasarkan data dari BPBD Cilacap dari 24 Kecamatan, terdapat 22 Kecamatan rawan bencana banjir, 12 Kecamatan rawan kekeringan, 13 Kecamatan rawan longsor dan 17  Kecamatan rawan angin puting beliung ( BPBD,2013 ). Masih teringat peristiwa pada bulan Oktober 2017 yang lalu, di Cilacap telah terjadi Cuaca Ekstrim, yaitu terjadi Angin Puting beliung dan Hujan ekstrim, dampak yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut adalah robohnya pohon pohon dan rumah serta terjadinya banjir longsor di Kabupaten Cilacap. Banjir dan longsor merendam dan merusak infrastruktur yang ada. Total kerugian yang di rekap oleh BPBD Cilacap Akibat Cuaca ekstrim selama bulan Oktober 2017 adalah Rp. 3.153.800.000;00.( BPBD Cilacap,2017 ).

Berdasarkan data hasil pengamatan yang dilakuan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Meteorologi Cilacap, dalam bulan Oktober 2017 telah tejadi 3 kali hujan ekstrim yaitu pada tanggal : 6 dan 16  Oktober 2017 dengan Curah hujan masing masing adalah 172 mm dan 180 mm. Hujan ini berdampak tehadap meluapnya kali yang mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa kecamatan di Cilacap. Khusus kejadian hujan ekstrim tanggal 6 Oktober 2017 dibarengi juga dengan adanya pasang air laut, sehingga air hujan yang seharusnya mengalir kelaut menjadi tertahan, air tidak bisa mengalir ke laut dan berdampak terhadap banjir di wilayah kota.

Kejadian diatas merupakan gambaran bahwa musim hujan merupakan ancaman yang cukup serius di Kabupaten Cilacap, Bagaimana dengan musim Kemarau?, apakah juga merupakan ancaman ?. Saat ini musim kemarau telah didepan mata, menurut prediksi dari BMKG, awal musim kemarau di Cilacap yang telah dirilis adalah terjadi pada bulan Mei dan Juni. Artinya saat ini musim kemarau telah tiba, sifat musim Kemarau diprakirakan Normal hingga Atas Normal sedangkan puncak musim kemarau di prakirakan bulan Agustus 2018 ,lama musim kemarau diprakirakan bisa mencapai 9 hingga 14 dasarian ( dasarian = sepuluh harian ).

Data dari BPBD Cilacap, 12 Kecamatan rawan di Cilacap rawan kekeringan yaitu Kecamatan Cilacap Utara, Jeruk Legi, Kawunganten, Bantarsari, Kampung Laut, Binangun, Nusawungu, Sidareja, Gandrungmangu, Karang Pucung, Cipari dan Patimuan. Kecamatan yang rawan kekeringan sudah harus bisa mengantisipasi lebih dini, terutama pada saat puncak musim kemarau pada bulan Agustus nanti.

Berdasarkan sifatnya, prakiraan musim hujan di Cilacap adalah normal hingga diatas normal, ini memberikan petunjuk bahwa permasalahan kemarau pada saat musim kemarau tahun ini berpeluang terjadi. Permasalahan yang mungkin timbul akibat musim kemarau ini adalah kekeringan.

Kekeringan dapat menyebabkan sumber air semakin sedikit sementara untuk penggunaan air tetap tidak berubah. Kekeringan juga bisa disebabkan oleh minimnya peresapan air karena sedikitnya pohon, akar pohon akan meyerap air hujan dan menyimpannya sebagai air tanah.  Air yang tersimpan oleh akar- akar pohon ini akan di kunci di bawah tanah sehingga bisa digunakan saat musim kemarau tiba. Maka dari itulah di daerah yang mempunyai banyak pohon, keberadaan air akan lebih mudah ditemukan dibandingkan dengan daerah yang hanya ditanami sedikit pohon. Penggunaan air secara berlebihan, juga penyebab dari peristiwa kekeringan. Air yang digunakan, tidak semua akan meresap ke dalam tanah kembali, tetapi sebagian air akan menguap karena terkena oleh sinar matahari. Ketika air menguap maka air akan berubah menjadi uap air, kemudian terbawa oleh angin hingga memasuki wilayah lain dan berubah menjadi hujan. Daerah yang jauh dengan sumber- sumber air maka sangat sulit bagi mereka ketika terjadi kemarau panjang. Sumber utama yang mereka miliki adalah sumur, maka ketika sumur mengering, sulit untuk mendapatkan sumber air yang lainnya. Ketika wilayah kita dilewati oleh sungai, dekat dengan danau, dan sebagainya, maka kita akan mempunyai sumber air yang lain selain sumur. Maka dari itulah keberadaan sumber- sumber air yang alami sangat penting keberadaannya. Tempat penampungan air buatan, seperti waduk, juga sangat penting keberadaannya, waduk tidak hanya berguna untuk memenuhi kebutuhan petani akan irigasi sawah, namun juga sangat berguna sebagai penyimpan cadangan air, daerah yang tidak mempunyai waduk akan lebih cepat mengalami kekeringan. Hal ini karena waduk berfungsi sebagai tabungan air untuk digunakan oleh masyarakat ketika sedang kesulitan air.

Dampak Kekeringan

Dampak dari kekeringan yang paling berbahaya adalah kurangnya sumber air minum yang akan mengancam kehidupan masyarakat, 12 Kecamatan yang rawan kekeringan, perlu adanya perhatian ekstra. Pemerintah Daerah Cilacap dalam hal ini, harus sudah antisipasi dini tentang kebutuhan air bersih masyarakat saat musim kemarau. 

Dalam kehidupan sehari- hari kita sangat membutuhkan air, baik untuk mandi, memasak, mencuci, buang air, dan sebagainya. Sangat sulit bagi kita untuk menemukan pengganti air untuk memenuhi kebutuhan  sehari- hari. Maka masyarakat rela untuk mengeluarkan sejumlah uang walaupun mahal untuk membeli air hanya demi memenuhi kebutuhan sehari- hari. Selain dari pada itu dampak kekeringan juga berimbas ke tanaman, tanaman menjadi mati, tanaman selain menjadi sumber oksigen, juga menjadi sumber makanan bagi manusia. Ketika tanaman menjadi mati maka sumber makanan bagi manusia juga telah hilang. Bukan hanya manusia saja, namun juga binatang. dampak dari kekeringan yang lain adalah lingkungan menjadi semakin kotor,kekeringan juga menjadikan kerawanan kebakaran menjadi semakin meningkat.

Upaya Penanggulangan Kekeringan 

Menanam pepohon terutama di daerah rawan kekeringan merupakan salah satu cara untuk dapat menanggulanginya, salah satu fungsi pohon adalah menyerap dan kemudian menyimpan air di dalam akarnya,suatu saat air yang tersimpan di bawah akar pohon dapat digunakan di kemudian hari ketika musim kemarau tiba,seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa daerah yang mempunyai banyak pohon akan lebih banyak mempunyai air dari pada daerah yang kurang pohon. Membuat bendungan juga bisa menanggulangi kekeringan. Bendungan  dapat menyimpan air sungai (terbendung) sehingga suatu saat dapat digunakan ketika masyarakat kekurangan air. Bendungan juga digunakan untuk mengairi sawah. Solusi lain yang dapat kita lakukan dan dimulai dari diri sendiri adalah menghemat penggunaan air. Air yang merupakan sumber daya alam harus kita hemat dan penggunaannya hanya sewajarnya saja, jangan berlebihan. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memanen air pada saat musim penghujan, dengan membikin bak penampungan yang cukup besar di sekitar rumah dan kita tampung air hujan dalm bak tersebut, selanjutnya kita bisa manfaatkan pada saat musim kemarau. 

Itulah beberapa upaya yang dapat di lakukan untuk menanggulangi adanya kekeringan yang bisa mengancam kehidupan manusia. Pemerintah Daerah Cilacap perlu mengambil langkah langkah tersebut, selain dari pada droping air bersih yang sudah berjalan dari tahun ketahun, langkah tersebut bisa dimulai dari diri kita sendiri dan akan lebih baik jika dilakukan bersama- sama antara Pemerintah dan Masyarakat.

close