Berakhirnya Suhu Dingin Musim Kemarau Di Cilacap - Blog-QuL

Advertisment

Breaking News

Berakhirnya Suhu Dingin Musim Kemarau Di Cilacap

Teguh Wardoyo 
KAPAN SUHU DINGIN MUSIM KEMARAU
DI CILACAP DAN SEKITARNYA BERAKHIR


PMG MADYA 
Operational Manager Of Meteorology and Climatology
BMKG, Stasiun Meteorologi Cilacap 
Jl. Gatot Subroto No 20 Cilacap 

Munculnya fenomena suhu dingin dan embun beku di lereng pegunungan Dieng beberapa minggu yang lalu,menjadikan perbicangan yang hangat di sebagian besar masyarakat Khususnya di Jawa Tengah. BMKG sebagai Instansi Pemerintah yang berwenang telah memberikan rilis tentang hal ini, bahwasanya fenomena suhu dingin dan Embun beku tersebut lebih disebabkan karena kondisi meteorologis dan juga musim kemarau yang saat ini tengah berlangsung. 


Secara Meteorologis dapat dijelaskan bahwa bulan Juli 2018 ini, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin. Tekanan Udara di Australia cukup tinggi, terbentuk antisiklon di daerah tersebut dan massa udara di Australia ini bersifat dingin dan kering. Sedangkan di Asia mengalami musim panas, terdapat daerah tekanan rendah dan terbentuk siklon di daerah tersebut. Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia dan rendah di Asia ini, menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering tersebut ke ke Asia melewati Indonesia yang kemudian dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia. Massa udara dingin ini semakin signifikan sehingga berimplikasi pada penurunan suhu udara pada malam dan dini hari khususnya di wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT.


Dari pantauan Citra Satelit Cuaca, selama bulan Juli 2018 khususnya untuk wilayah Jawa,secara umum tutupan awan relatif sedikit, Pantulan panas dari bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan, tetapi langsung terbuang dan hilang ke angkasa. Hal ini juga menyebabkan suhu udara musim kemarau menjadi lebih dingin daripada suhu udara musim hujan. Selain itu pada musim kemarau kandungan air di dalam tanah juga semakin menipis, kandungan uap air di udara juga rendah, indikatornya bisa dilihat dari rendahnya kelembaban udara. Hal ini juga berpengaruh terhadap bertambah dinginnya udara.


Pengamatan cuaca di Stasiun meteorologi Cilacap, sampai dengan pertengahan bulan Juli 2018 ini, tercatat suhu minimum antara 20,9 - 24,2°C, untuk wilayah dataran tinggi atau pegunungan akan lebih dingin, bila tidak ada alat ukurnya bisa menghitung dengan laju penurunan suhu 0,5 °C per kenaikan 100 m ketinggian tempat . 


Suhu kisaran 20,9 - 24,2°C tersebut masuk dalam kategori normal. Dalam sejarah suhu minimum yang tecatat di Stasiun Meteorologi Cilacap, dari tahun 1975 sampai dengan pertengahan Juli 2018 suhu ekstrim minimum pernah terjadi pada tanggal 14 Agustus 1994, tercatat 17,4 °C. Pada saat itu juga suhu maximum tercatat hanya 25,8°C dan rata rata hanya 22,9°C, artinya masih lebih dingin dari kejadian yang sekarang terjadi. 


Berdasarkan prakiraan yang di rilis oleh Stasiun Klimatologi semarang, puncak musim kemarau di Cilacap dan sekitarnya akan terjadi pada bulan Agustus 2018, dimana curah hujan diprakirakan antara 0 - 50 mm/bulan, Demikian pula dengan suhu udara minimum di malam dan pagi hari diprakirakan akan bertambah semakin dingin. Memberikan indikasi bahwa kejadian suhu dingin ini masih akan berlangsung hingga akhir Agustus bahkan awal September 2018.


Kejadian suhu dingin ini diprakirakan akan normal, sehingga tidak perlu dikawatirkan oleh masyarakat. Dampak tidak terlalu signifikan, dampak terhadap kulit misalnya menjadi kelihatan kering ( busik ) dan kusut, bagi yang alergi terhadap dingin perlu persedian baju yang lebih hangat, dan bagi hewan peliharaan terutama unggas perlu antisipasi karena biasanya rentan sekali terhadap hawa dingin. 


Munculnya kabut di pagi hari pada saat musim kemarau, merupakan sesuatu yang wajar dan lazim terjadi, kemunculan kabut ini juga menambah dingin suhu udara di wilayah Cilacap.


Beberapa surve menyebutkan bahwa udara yang dingin dan sejuk lebih disukai dari pada udara yang panas, maka kita bisa menikmati bersama hawa dingin ini di musim kemarau. 


Teguh Wardoyo
PMG MADYA
BMKG, Stasiun Meteorologi Cilacap
Jl. Gatot Subroto no. 20 Cilacap

No comments

Terimakasih Anda Telah Berkunjung Ke Blog Kami, Silahkan Berkomentar Dengan Sopan.

close