-->
Travelling
Description : Green Canyon is located in the village of Kertayasa, Ciamis, West Java, about 31 km from Pangandaran. When you arrive at the main entrance and Green Canyon parking area, you will see a lot of wooden boats popularly called “Ketingting” lined up neatly on the river bank. Boats are what will bring you to the Green Canyon with Rp.125.000, 00 costs per boat. 1 boat contents max capacity 6 people.
JENGGALA WATERFALL : This tourist attraction was originally called Curug Tempuan, because this waterfall is a confluence of several rivers that merge into one. So that local residents hold a meeting with village officials. This meeting discussed the change in the name of the waterfall. So the waterfall changed its name to Curug Jenggala.
THE LEGEND OF THE TAPOMAS RESERVOIR : In the 1980s, the pride of the residents was destroyed to stem the Serayu river during the New Order government, which at that time developed a dam project for a hydroelectric power plant (PLTA) by damming the Serayu river in Wanadadi District.
Green Canyon Pangandaran : Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran sungai Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua dengan stalaktit dan stalakmit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.
Description : Body rafting green canyon pangandaran

Kunjungan SMP PIUS Cilacap







KUNJUNGAN SISWA SMP PIUS KABUPATEN CILACAP

Kamis 21 Februari 2019, Stasiun Meteorologi Cilacap menerima kunjungan dari siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) PIUS Kabupaten Cilacap dimulai pukul 08.00WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB. Jumlah 48 siswa yang didampingi oleh 1 orang pengajar tersebut merupakan bagian dari out door activity atau Pembelajaran Luar Sekolah mengenai pengenalan cuaca dan iklim sejak usia dini. Kegiatan ini dimaksudkan agar siswa dapat belajar langsung mengenai cuaca dan iklim melalui metode contextual teaching and learning. Jadi tidak belajar cuaca dan iklim secara tekstual saja, tetapi lebih ditekankan pada pemaknaan arti cuaca dan iklim secara langsung yang diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Rombongan Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) disambut baik oleh pegawai Stasiun Meteorologi Cilacap. Pada kunjungan ini, para pegawai Stasiun Meteorologi Cilacap yang bertugas memberikan informasi-informasi mengenai  unsur-unsur cuaca, dan pengenalan alat-alat yang digunakan oleh Stasiun Meteorologi Cilacap.









 Sesi Lapangan Di Taman Alat Stasiun Meteorologi Cilacap

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post