-->
Travelling
Description : Green Canyon is located in the village of Kertayasa, Ciamis, West Java, about 31 km from Pangandaran. When you arrive at the main entrance and Green Canyon parking area, you will see a lot of wooden boats popularly called “Ketingting” lined up neatly on the river bank. Boats are what will bring you to the Green Canyon with Rp.125.000, 00 costs per boat. 1 boat contents max capacity 6 people.
JENGGALA WATERFALL : This tourist attraction was originally called Curug Tempuan, because this waterfall is a confluence of several rivers that merge into one. So that local residents hold a meeting with village officials. This meeting discussed the change in the name of the waterfall. So the waterfall changed its name to Curug Jenggala.
THE LEGEND OF THE TAPOMAS RESERVOIR : In the 1980s, the pride of the residents was destroyed to stem the Serayu river during the New Order government, which at that time developed a dam project for a hydroelectric power plant (PLTA) by damming the Serayu river in Wanadadi District.
Green Canyon Pangandaran : Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran sungai Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua dengan stalaktit dan stalakmit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.
Description : Body rafting green canyon pangandaran

Sekolah Lapang Nelayan (SLN) Cilacap Tahun 2019


SEKOLAH LAPANG NELAYAN KABUPATEN CILACAP
TAHUN 2019
Pembukaan SeKolah Lapang Nelayan Keb. Cilacap
Stasiun Meteorologi Cilacap, 2019
Pada Tanggal 18-21 Maret 2019 Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) oleh Stasiun Meteorologi Cilacap melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Nelayan (SLN) yang diselenggarakan di Hotel @HOME Jalan Perintis Kemerdekaan Cilacap.
Kegiatan dengan Tema "DENGAN SEKOLAH LAPANG NELAYAN KITA TINGKATKAN PEMAHAMAN INFORMASI CUACA DAN IKLIM UNTUK KEGIATAN KELAUTAN DAN PERIKANAN" dibuka oleh Anggota DPR-RI Komisi V Ibu Hj. Novita Wijayanti,SE.,MM. Dalam Acara tersebut juga dihadiri oleh pejabat dari BMKG maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap.


Dalam Kegiatan Sekolah Lapang Nelayan (SLN) di Kabupaten Cilacap Tahun 2019 diikuti 25 peserta yang terdiri dari 22 Nelayan dan 3 PPL Dari Dinas Perikanan Kab. Cilacap.
Di hari pertama dihadiri oleh beberapa narasumber yaitu :
1. Narasumber Dari Pusat Meteorologi Maritim BMKG jakarta
2. Nara sumber Dari  Dinas Perikanan Kab, Cilacap
3. Narasumber Dari Universitas Jendral Soedirman Purwokerto

Adapun materi pokok yang diberikan selama kegiatan SLN adalah :
1. Materi tentang Cuaca Dan Iklim (Meteorologi Umum)
2. Materi Tentang Gelombang laut, Arus laut, dan Pasang Surut Air Laut (Meteorologi        Maritim)
3. Materi Tentang Pemahaman Informasi Cuaca dan Iklim untuk kegiatan kelautan dan      perikanan
4. Materi Tentang Informasi Kelautan Dan Ocean Forecast System untuk kegiatan              kelautan dan perikanan


Semoga Kegiatan SLN Tahun 2019 di Kabupaten Cilacap bermanfaat bagi kita semua khususnya para Nelayan..

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post