-->
Travelling
Description : Green Canyon is located in the village of Kertayasa, Ciamis, West Java, about 31 km from Pangandaran. When you arrive at the main entrance and Green Canyon parking area, you will see a lot of wooden boats popularly called “Ketingting” lined up neatly on the river bank. Boats are what will bring you to the Green Canyon with Rp.125.000, 00 costs per boat. 1 boat contents max capacity 6 people.
JENGGALA WATERFALL : This tourist attraction was originally called Curug Tempuan, because this waterfall is a confluence of several rivers that merge into one. So that local residents hold a meeting with village officials. This meeting discussed the change in the name of the waterfall. So the waterfall changed its name to Curug Jenggala.
THE LEGEND OF THE TAPOMAS RESERVOIR : In the 1980s, the pride of the residents was destroyed to stem the Serayu river during the New Order government, which at that time developed a dam project for a hydroelectric power plant (PLTA) by damming the Serayu river in Wanadadi District.
Green Canyon Pangandaran : Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran sungai Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua dengan stalaktit dan stalakmit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.
Description : Body rafting green canyon pangandaran

Radiosounding Work

PENGUKURAN UNSUR METEOROLOGI DENGAN RADIOSOUNDING

Sebuah radiosonde yang dilengkapi dengan berbagai alat pengukur unsur cuaca dibawa ke ketinggian tertentu oleh balon yang diisi dengan hidrogen atau helium. Balon cuaca ini naik pada kecepatan yang konstan dan terbawa oleh arus angin. Radiosonde dilengkapi dengan sistem GPS untuk merekam posisinya, yang memungkinkan penentuan ketinggian, kecepatan angin, dan arah angin. Setiap detik, radiosonde mentransmisikan pengukurannya dengan radio ke stasiun di darat. Dengan demikian, profil vertikal dari parameter vertikal ini dapat dipastikan, hingga ketinggian di mana balon itu pecah. 
Langkah Kerja :
  1. Mengisi baloon dengan hidrogen atau helium
  2. Melakukan baseline check yaitu input data meteorologi permukaan berupa data angin, kondisi cuaca, suhu udara, kelembaban, dan kondisi perawanan  melalui PC yang terkoneksi dengan GPS 
  3. Melepas transmiter yang diikatkan ke balon yang telah diisi gas hidrogen
  4. Monitoring melalui PC yang terkoneksi dengan GPS

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post