-->
Travelling
Description : Green Canyon is located in the village of Kertayasa, Ciamis, West Java, about 31 km from Pangandaran. When you arrive at the main entrance and Green Canyon parking area, you will see a lot of wooden boats popularly called “Ketingting” lined up neatly on the river bank. Boats are what will bring you to the Green Canyon with Rp.125.000, 00 costs per boat. 1 boat contents max capacity 6 people.
JENGGALA WATERFALL : This tourist attraction was originally called Curug Tempuan, because this waterfall is a confluence of several rivers that merge into one. So that local residents hold a meeting with village officials. This meeting discussed the change in the name of the waterfall. So the waterfall changed its name to Curug Jenggala.
THE LEGEND OF THE TAPOMAS RESERVOIR : In the 1980s, the pride of the residents was destroyed to stem the Serayu river during the New Order government, which at that time developed a dam project for a hydroelectric power plant (PLTA) by damming the Serayu river in Wanadadi District.
Green Canyon Pangandaran : Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran sungai Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua dengan stalaktit dan stalakmit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.
Description : Body rafting green canyon pangandaran

Legenda Waduk Tampomas

Waduk Tampomas Banjarnegara


Desa Gentansari, Pagedongan, Banjarnegara terdapat gunung kecil yang ditumbuhi hutan rimbun. Puncaknya selalu ramai dinaiki penduduk yang ingin melihat gemerlap kota dari ketinggian. Itulah Gunung Tampomas  yang dahulu disebut Gunung Wadon karena disebelahnya terdapat gunung kecil juga dan masyarakat setempat menamakan sebagai gunung Lanang. 

Gunung Batu Tampomas Banjarnegara
Pada tahun 1980 an, bukit kebanggaan warga itu dihancurkan untuk membendung sungai Serayu di jaman Pemerintah Orde Baru yang saat itu mengembangkan proyek waduk untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan membendung sungai Serayu di Kecamatan Wanadadi.

Pembangunan Bendungan PLTA Mrica Banjarnegara
Dampak Kemarau Dan Pendangkalan Akibat Erosi Di Hulu Sungai Serayu
Ilustrasi gambar : Finance detik.com
Legenda Tampomas

Jauh sebelum Gunung batu  Tampomas dipindahkan untuk membendung sungai Serayu, penduduk setempat mempercayai legenda tentang gunung batu Tampomas. Jika gunung batu Tampomas  longsor, bebatuannya akan menjangkau dan membendung sungai Serayu. Sangat mustahil bebatuan gunung kecil itu menggelinding hingga ke Serayu sejauh sekitar 6 kilometer. Ternyata gunung batu tampomas tidak longsor namun benar-benar bebatuanya membendung sungai Serayu.  

Sejak tahun 1970 an, kabar tentang pembangunan bendungan oleh pemerintah untuk proyek PLTA dan irigasi santer terdengar. Para ahli mantap memilih Gunung Tampomas sebagai sumber batu untuk membendung Serayu. Batuan di bukit itu sangat keras dan padat sehingga layak untuk bahan konstruksi utama bendungan. Akhirnya pada tahun 1980 an, gunung Tampomas mulai diruntuhkan. Secara bertahap dihancurkan dan diangkut kedalam truk-truk besar untuk membendung sungai Seraya dalam kurun waktu 3 tahun 









NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post