-->
Travelling
Description : Green Canyon is located in the village of Kertayasa, Ciamis, West Java, about 31 km from Pangandaran. When you arrive at the main entrance and Green Canyon parking area, you will see a lot of wooden boats popularly called “Ketingting” lined up neatly on the river bank. Boats are what will bring you to the Green Canyon with Rp.125.000, 00 costs per boat. 1 boat contents max capacity 6 people.
JENGGALA WATERFALL : This tourist attraction was originally called Curug Tempuan, because this waterfall is a confluence of several rivers that merge into one. So that local residents hold a meeting with village officials. This meeting discussed the change in the name of the waterfall. So the waterfall changed its name to Curug Jenggala.
THE LEGEND OF THE TAPOMAS RESERVOIR : In the 1980s, the pride of the residents was destroyed to stem the Serayu river during the New Order government, which at that time developed a dam project for a hydroelectric power plant (PLTA) by damming the Serayu river in Wanadadi District.
Green Canyon Pangandaran : Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran sungai Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua dengan stalaktit dan stalakmit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.
Description : Body rafting green canyon pangandaran

Sandi Synop Seksi 1 (Part 4)

Penyandian Synop Seksi 1 (Part 4)
Pencatat Curah Hujan Type Hilman

iRiXhVV Nddff 1SnTTT 2SnTdTdTd 3PoPoPoPo 4PPPP 5appp 6RRRtR 7wwW1W2 8NhClCmCh 

6RRRtR
Sandi 6RRRtR merupakan sandi hujan pada seksi 1. Terdapat 2 kali dalam sandi synop, yaitu pada seksi 1 dan seksi 3. Untuk Seksi 1, curah hujan yang dilaporkan adalah selama 6 jam terakhir dan 24 jam terakhir. 

  1. RRR sandi jumlah curah hujan selama jangka waktu yang ditentukan oleh tR
  2. tR sandi yang menunjukan selang waktu yang harus dilaporkan dalam RRR
  3. Untuk Indonesia dan Region V berlaku ketentuan sebagai berikut :

  • Untuk sandi RRR jam 00.00 UTC diisi jumlah curah hujan 24 jam yang lalu tR disandi 4
  • Untuk sandi RRR jam 06.00, 12.00, dan 18.00 UTC diisi jumlah curah hujan 6 jam yang lalu tR disandi 1

Hujan hanya dilaporkan setiap 3 jam sekali. Namun biasanya curah hujan yang dilaporkan adalah hujan 3 jam yang lalu, hujan 6 jam yang lalu dan hujan 24 jam yang lalu.  Untuk hujan 3 jam yang lalu, dilaporkan di jam-jam pengamatan hujan, untuk 6 jam yang lalu dilaporkan hanya pada jam utama. Khusus untuk hujan 24 jam yang lalu, hanya dilaporkan pada jam 00 UTC.  Terdapat beberapa sandi pada tR  ini, bisa dilihat sendiri pada Tabel 4019 TTP No. 38 TH 2006, namun yang biasa dipakai adalah 3 sandi, yaitu:

Sandi tR
Jumlah curah hujan dinyatakan dalam persepuluhan milimeter. Namun untuk pelaporan RRR dan ditulis dalam milimeter penuh (pembulatan). Pembulatan dalam sandi RRR berlaku ketentuan sebagai berikut :
  • Angka persepuluhan = 0,1s/d 0,4 dibulatkan kebawah
  • Angka persepuluhan =0,5 s/d 0,9 dibulatkan ke atas

Pembulatan diatas berlaku untuk curah hujan yang lebih atau sama dengan 1 mm
Contoh :
23,4 dibulatkan menjadi  RRR disandi 023
18,5 dibulatkan menjadi  RRR disandi 019

Untuk curah hujan yang kurang dari 1 mm berlaku pembulatan sebagai berikut :

Group sandi 6RRRtR tidak perlu dilaporkan jika curah hujan = 0 dan tidak ada pengukuran hujan atau tidak ada data hujan.

Contoh  :
Di Cilacap terjadi hujan pada jam 02.09 UTC. Hujan terjadi secara terus – menerus hingga jam 03.30 UTC. Setelah itu hujan berhenti hingga keesokan harinya. Saat jam 03 UTC dilakukan pengamatan curah hujan, terhitung 5,8 mm. Kemudian saat pengamatan curah hujan jam 06 UTC, terhitung 0,8 mm. Sehingga penyandianya adalag sebagai berikut : 

Untuk Jam 03 UTC grup 6RRRt ini dilaporkan hanya pada seksi 3. Jam ini merupakan jam tambahan, jumlah curah hujan yang diamati hanya pada 3 jam terakhir, oleh karena itu untuk sandi tR=7. Curah hujan 3 jam terakhir 5.8 mm, sehingga RRR=006 (Pembulatan ke atas). Ingat juga, untuk jam tambahan , sandi 6RRRtR yang dilaporkan hanya pada seksi 3. Jadi sandi pada seksi 3, sandi  6RRRtR = 60067

Untuk Jam 06 UTC grup 6RRRt  dilaporkan pada seksi 1 dan 3. Jam ini merupakan jam utama, jadi jumlah curah hujan yang diamati adalah 6 jam terakhir. Pada saat jam 03 UTC telah diamati curah hujan 5.8 mm, lalu jam 06 UTC curah hujan 0.8 mm. Jadi total curah hujan 6 jam terakhir adalah 5.8+0.8= 6.6 mm. Untuk itu pada seksi 1, RRR=007(pembulatan ke atas).Untuk tR  pada seksi 1 adalah 1 (6jam terakhir). 

Untuk seksi 3, hujan yang dilaporkan adalah hujan yang terjadi 3 jam terakhir.. Langkahnya sama persis dengan jawaban jam 03 UTC tadi. Curah hujan 3 jam terakhir sebelum jam 06 UTC adalah 0.8 mm, jadi termasuk kurang dari 1mm, sehingga sandinya adalah 998. Untuk sandi tR, karena ini melaporkan hujan 3 jam terakhir, maka sandinya 7. Jadi pada jam 06 UTC pelaporan hujan di kedua seksi yaitu : 
Seksi 1    6RRRt   = 60071
Seksi 3    6RRRt   = 69987 

Untuk Jam 00 UTC ( keesokan harinya) (hujan hanya pada seksi 1).  Dikarenakan hujan sudah berhenti pada jam 03.30 UTC kemarin, maka tidak ada hujan 3 jam terakhir sebelum jam 00 ini, sehingga yang perlu dilaporkan hanya seksi 1.  Hujan yang dilaporkan pada jam 00 UTC adalah hujan 24 jam yang lalu. Curah hujan selama 24 jam yang lalu diketahui 6.6 mm. Jadi untuk sandi RRR=007 , sedangkan untuk sandi tR, karena ini melaporkan hujan 24 jam yang lalu, maka tR=4.  
Jadi pelaporan hujan pada jam ini adalah di seksi 1, yaitu   6RRRt    =  60074 

7wwW1W2
ww sandi kedaan cuaca pada saat jam pengamatan.  Kelompok ini berkaitan dengan sandi iX, jika sandi pada iX=1 (cuaca bermakna), maka grup 7wwW1W2 harus ada dalam pelaporan, namun bila iX =2 (cuaca tidak bermakna), 7wwwW tidak perlu dilaporkan. Rentang waktunya sama persis seperti pengamatan hujan, yaitu bila Jam utama dilihat hingga 6 jam terakhir, bila Jam tambahan dilihat hingga 3 jam terakhir, dan bila Jam biasa cukup  1 jam terakhir. 

Kelompok ini hanya melaporkan keadaan cuaca bermakna (significant weather) baik present weather atau past weather atau keduanya. Angka sandi 01, 02, dan 03 untuk ww dan 0, 1, dan 3 untuk W1W2 mengambarkan cuaca tidak bermakna. 

Sandi ww yang tidak bermakna yaitu :  
  • 01 ( jumlah awan yang menutupi langit berkurang)
  • 02 ( jumlah awan yang menutupi langit tetap )
  • 03 ( jumlah awan yang menutupi langit bertambah) 

Ketiga sandi ww tersebut diatas , sebenarnya tidak significant dan tidak perlu dilaporkan. Namun berbeda bila ternyata saat jam utama atau saat jam tambahan, bila terjadi cuaca bermakna apapun pada rentang waktu yang ditentukan, sandi ww otomatis juga akan ikut dilaporkan, walaupun sebenarnya yang dilaporkan adalah cuaca yang lalu (W1W2). Berikut sandi ww cuaca bermakna yang sering dilaporkan :
  • 04 terjadi asap
  • 05 terjadi kekaburan udara sehingga jarak pandang berkurang
  • 13 ada kilat terjadi, namun tidak ada suara gunturnya 
  • 14 ada hujan namun tidak di stasiun, dan hujan tersebut tidak sampai ke permukaan (fenomena Virga)
Fenomena Virga
gurugeografi.id

Dalam ilmu meteorologi, virga adalah presipitasi atau hujan yang tidak sampai kepermukaan bumi karena menguap di atmosfir

  • 15 ada hujan namun tidak di stasiun, hujan tersebut sampai ke permukaan, jaraknya tidak lebih dari 5 km 
  • 16 ada hujan namun tidak di stasiun, hujan tersebut sampai ke permukaan, dan letaknya sangat dekat dengan stasiun
  • 17 terjadi guntur saat pengamatan
  • 21 terjadi hujan 1 jam sebelum pengamatan, namun saat pengamatan sudah tidak terjadi hujan lagi
  • 29 terjadi guntur 1 jam sebelum pengamatan, namun saat pengamatn sudah tidak terjadi guntur lagi
  • 60 terjadi hujan ringan saat pengamatan 
  • 61 terjadi hujan ringan terus-menerus sejak pengamatan jam sebelumnya
  • 62 terjadi hujan sedang saat pengamatan 
  • 63 terjadi hujan sedang terus-menerus sejak pengamatan jam sebelumnya
  • 64 terjadi hujan lebat saat pengamatan 
  • 65 terjadi hujan lebat terus-menerus sejak pengamatan jam sebelumnya
  • 91 terjadi hujan ringan saat pengamatan, namun sejam yang lalu terjadi guntur, saat jam pengamatan guntur sudah tidak ada 
  • 92 terjadi hujan lebat saat pengamatan, namun sejam yang lalu terjadi guntur, saat pengamatan guntur sudah tidak ada 
  • 95 terjadi guntur ringan + hujan saat pengamatan 
  • 97 terjadi guntur hebat + hujan saat pengamatan 
Berdasarkan TTP No 38 TH 2006 BMG, dalam kaitanya dengan sandi ww berlaku ketentuan sebagai berikut :
  1. Jika terdapat sandi ww dua atau lebih yang diutamakan adalah sandi ww yang tertinggi kecuali sandi ww=17 harus diutamakan terhadap sandi ww= 20 s/d 49
  2. Sandi ww= 01, 02, dan 03 dipakai jika cuaca cerah pada saat pengamatan dan sandi tersebut tidak ada batas tentang perubahan jumlah awan.
  3. Jika fenomena yang diamati tidak didominasi tetes tetes air maka dalam penentuan angka sandi tidak/tanpa melihat visibility
  4. Penggunaan sandi ww=05 apabila gangguan penglihatan didominasi oleh partikel-partikel kering yang terdapat dalam atmosfer (lithometeor) seperti debu, butir-butir garam dll
  5. Penggunaan sandi ww=11atau 12 jika visibility kurang dari 1000 meter
  6. Penggunaan sandi ww=18 jika hembusan angin kuat (squalls) adalah jika terjadi perubahan kecepatan angin yang semula kurang dari 16 knot berubah menjadi 22 knot atau lebih dan berlangsung minimal 1 menit
  7. Sandi ww=20 s/d 29 tidak dipakai jika pada waktu pengamatan ada precipitation
  8. sandi ww=28 jika visibility kurang dari 1000 meter
  9. Badaiguntur dianggap terjadi distasiun sejak guntur yang pertama terjadi/terdengar dengan ataupun tanpa disertai kilat atau endapan. Badai guntur dianggap telah berhenti jika selama 10-15 menit sejak guntur yang terakhir didengar tidak didengar lagi.
  10. Sandi ww=40 s/d 47 digunakan batas vivibility kurang dari 1000 meter yaitu jika halangan atau gangguan penglihata didominasi oleh tetes-tetes air atau butir butir es, sedangkan untuk sandi ww=48 atau 49 hanya didominasi oleh tetes air dengan visibility kurang dari 1000 meter
  11. Sandi ww=80 s/d 90 digunakan jika endapan berasal dari tipe showers dan terjadi pada waktu pengamatan
Shower dihasilkan dari awan konvektif dengan kriteria hujan datang secara tiba-tiba dan cepat berhenti. Meskipun Showers secara teknis adalah jenis hujan, Showers biasanya jatuh dari awan individu yang dapat dilihat di langit,  sehingga hujan bersifat lokal dan showers terjadi di tempat dimana dilakukan pengamatan.



Awan Hujan Tipe Showers
Flickr.com
  • Endapan dikatakan terputus-putus (intermitten) jika selama periode 1 jam pernah terputus sekali atau lebih tetapi bukan type showers
  • Endapan dikatakan terus-menerus (continuous) jika selama periode paling sedikit 1 jam tanpa terputus
  • Intensitas endapan dikatakn ringan, sedang, atau lebat berdasarkan kejadian hujan pada saat dilakukan pengamatan
Lanjut Part 5












NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post