Anomali Suhu Muka Laut - Blog-QuL

Advertisment

Breaking News

Anomali Suhu Muka Laut


Anomali Suhu Muka Laut Dan Curah Hujan Di Jawa


Suhu permukaan laut adalah suhu pada ketinggian milimeter di atas permukaan laut. Anomali suhu permukaan laut adalah perbedaan suhu laut di suatu lokasi pada waktu tertentu dengan suhu normal tempat itu.

Pola Curah Hujan Di Jawa
Curah hujan di Jawa memiliki pola tahunan satu kali maksimum pada bulan DesemberNopember dan satu kali minimum pada bulan Juni-Agustus seperti diperlihatkan pada Perubahan dari musim kemarau menuju musim hujan terjadi pada bulan September-Nopember. Pengaruh El Nino/Index osilasi selatan terhadap curah hujan di Jawa paling tinggi terjadi pada bulan September-Nopember yang merupakan masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan.

Curah hujan di Jawa sangat berkaitan dengan perubahan anomali suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian timur dan tengah sekitar daerah equator serta anomali suhu permukaan laut di Laut Flores. Ketika di Samudera Pasifik terjadi anomali positif (EL Nino) curah hujan di Jawa mengalami penurunan. Sebaliknya bila terjadi anomali negatif (La Nina) curah hujan di Jawa meningkat. Hal ini terjadi pada bulan September – Nopember. (Erwin Mulyana : Hubungan antara anomali suhu permukaan laut dan curah hujan di Jawa).

Perubahan Musim
Jawa sangat dipengaruhi oleh suhu permukaan laut di Laut Flores, yaitu ketika suhu permukaan laut di daerah tersebut meningkat curah hujan di Jawa juga meningkat. Sebaliknya bila terjadi penurunan suhu permukaan laut maka curah hujan di Jawa akan berkurang. 

Bulan September-Nopember, pengaruh suhu permukaan laut di Laut Flores terhadap curah hujan di Jawa tidak sekuat pada bulan JuniAgustus. Pada periode ini, yang paling mempengaruhi curah hujan di Jawa adalah di Samudera Pasifik sekitar equator yaitu ketika suhu permukaan laut di daerah tersebut menurun, curah hujan di Jawa akan meningkat, sebaliknya bila suhu permukaan laut meningkat maka curah hujan di Jawa akan berkurang. Untuk periode Desember-Januari, tidak terlihat pengaruh anomali suhu permukaan laut yang signifikan terhadap perubahan curah hujan di Jawa. Hal yang sama dengan  pada periode selanjutnya (Maret-Mei).







No comments

Terimakasih Anda Telah Berkunjung Ke Blog Kami, Silahkan Berkomentar Dengan Sopan.

close