Mendeteksi Angin Kencang - Blog-QuL

Advertisment

Breaking News

Mendeteksi Angin Kencang

 

Langkah Mendeteksi Angin Kencang Menggunakan Citra Radar Cuaca



1.Analisis Produk CAPPI

CAPPI adalah irisan horisontal melalui atmosfer oleh karena itu diperlukan sebuah scan volume PPI di beberapa sudut elevasi. Jumlah sudut dan spasi CAPPI bergantung pada jarak dan ketinggian CAPPI yang ingin kita hasilkan (biasanya 0.5, 1,1.5 km).

Gambar 1. Produk CAPPIz

Menentukan Cell awan konvektiv (Cb), yaitu dengan analisa produk CAPPIz dengan area yang memiliki nilai reflektivitas >40 dbz. Analisa Produk CPPIz dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

Jika pada produk CAPPIz terdapat area yang merupakan Cell awan Cb, lakukan analisa pada citra radar produk CAPPIz jam berikutnya (bisa 10-50 menit). Jika ada dua area Cell awan Cb berdekatan, pada citra jam berikutnya mendekat atau menjauh, Jika mendekat menunjukan makin kuat tingkat pertumbuhan Cell. (Jam berikutnya maksudnya dilakukan secara kontinu)

Gambar 2. Produk CAPPIz

Jika pada Produk CAPPIz terdapat satu Cell berjauhan, lakukan analisa pada produk CAPPIz 10 menit berikutnya makin melebar atau bahkan hilang. Jika makin melebar menunjukan makin kuat pertumbuhan Cell.Lakukan Cross Section (Irisan Vertikal) dari setiap Cell awan Cb

Gambar 3. Irisan Vertikal Cell Awan Cb

Analisa Irisan Vertikal dilakukan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan Awan Konvektiv secara vertical. Semakin tebal cell yang memiliki nilai dbz >40 menunjukan makin kuat pertumbuhannya, begitu juga sebaliknya.

Analisis Produk PPIv

Produk PPIv merupakan produk dalam moment Radial Velocity pada radar cuaca.

Gambar 4. Produk PPIv

Analisa produk PPIv digunakan untuk menentukan area yang memiliki kecepatan radial tinggi. Analisa dapat dilakukan dengan melakukan irisan vertical.
Gambar 5. Membuat Irisan Vertikal Pada Citra radar
Klick Icon (lingkaran merah) dan drag ke area yang diinginkan pada citra Radar, selanjutnya buat skema garis pada area target sehingga akan muncul jendela Irisan vertical yang menunjukan citra radar secara vertical.
Gambar 6. Cross Section (Irisan Vertikal) Produk PPIv

2.Analisa Irisan vertikal produk PPIv dapat dilakukan sebagai berikut :
  • Jika warna hijau bening mendominasi disekitar warna merah tua menunjukan adanya gerak vertikal angin kebawah. Hal ini dapat dijadikan rujukan untuk menunjukan adanya angin kencang dipermukaaan bumi (putting beliung).
  • Jika warna hijau bening dan merah muda (bening), pada area yang sama, menunjukan adanya angin kencang dipermukaaan yang disertai adanya hujan lebat. Secara teoritis menunjukan adanya downdraft dan updraft dan menunjukan adanya pertumbuhan cell yang cukup kuat.
  • Jika warna merah muda (bening) mendominasi pada suatu area, menunjukan adanya pertumbuhan cell yang diserta adanya hujan tanpa adanya angin kencang.

Gambar Hijau Bening


Gambar Merah Bening


3.Analisa Produk VIL

Gambar 7 Produk VIL

4.Membedakan Cell yang Updraft, Downdraft, dan Komparasikan Dengan Produk Cmax CRR

Cell Updraft (peregrakan massa udara kelapisan yang lebih tinggi) mengindikasikan adanya pertumbuhan awan konvektiv sedangkan Cell downdraft mengindikasikan adanya butiran air yang berpotensi jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Cmax CRR adalah produk turunan dalam moment Corected Rain Rate (CRR).

Gambar 8. Produk SRV

Gambar 9. Produk Cmax CRR

Pada citra SRV wilayah ordo hijau adalah wilayah downdraft yang merupakan wilayah hujan, wilayah ordo merah adalah wilayah updraft, yang mengindikasikan adanya pertumbuhan awan dan potensi terjadinya hujan.

5.Proses UWT

Mendeteksi Pergerakan Cell menggunakan UWT, PPIv, dan Komparasikan dengan Cmax CRR. Pergerakan Cell dapat dimonitoring menggunakan produk UWT (universal wind technique) dan PPIv (produk PPI moment Radial velocity). Produk UWT yang digunakan Sweep 1, Sweep 2, dan Sweep 3. 





No comments

Terimakasih Anda Telah Berkunjung Ke Blog Kami, Silahkan Berkomentar Dengan Sopan.

close