-->
-->
BATURADEN TOUR : The legend of Batu Raden tells of a servant or servant who loves the daughter of his own employer, the daughter of a duke from the Duchy of Kutaliman which is west of Batu Raden.
JENGGALA WATERFALL : This tourist attraction was originally called Curug Tempuan, because this waterfall is a confluence of several rivers that merge into one. So that local residents hold a meeting with village officials. This meeting discussed the change in the name of the waterfall. So the waterfall changed its name to Curug Jenggala.
THE LEGEND OF THE TAPOMAS RESERVOIR : In the 1980s, the pride of the residents was destroyed to stem the Serayu river during the New Order government, which at that time developed a dam project for a hydroelectric power plant (PLTA) by damming the Serayu river in Wanadadi District.
Bali Lacy Skamp Brief Panty : This skimp skamp brief provides light, natural shaping and gives you full coverage in front and back
Visit the Reebok Store : Reebok Women’s Underwear – Seamless Hipster Briefs (4 Pack)
Fashion Advertisement

Monday, October 05, 2020

Teori Pemicu El-Nino dan La-Nina


Penyebab Fenomena laut Samudra Pasifik Berpengaruh Di Wilayah Indonesia


El Nino merupakan fasa panas dari suatu osilasi raksasa. La Nina merupakan fasa dingin dari suatu osilasi raksasa yang ditandai dengan anomali suhu muka laut negatif di daerah Pasifik Tengah sekitar ekuator. El Nino ditandai oleh anomali suhu muka laut positif di Samudera Pasifik. 

Kata El Nino berasal dari bahasa Spanyol yang berarti bayi Kristus. Kata El Nino dipakai oleh nelayan Peru  sejak abad ke-19 sebagai nama arus laut yang hangat di perairan lepas pantai Peru yang bergerak ke selatan. Arus ini biasanya terjadi pada bulan Desember sekitar Natal.Sedangkan La Nina yang berarti bayi perempuan.

Teori yang dikembangkan untuk menjelaskan pemicu El-Niño dan La-Niña adalah :
  1. Melemahnya angin passat di daerah Pasifik yang berkaitan dengan osilasi selatan. Melemahnya angin passat menyebabkan kolam hangat yang terkumpul di bagian tengah Samudera Pasifik bergerak ke arah timur Samudera Pasifik. 
  2. Aktifitas konveksi tropis di lautan Hndia dan terjadinya badai yang kuat. Aktifitas ini harus berlangsung minimal selama satu bulan. Oleh karena badai tropis ini bersifat geostropik, maka angin yang ditimbulkan di sekitar ekuator selalu bertiup ke arah timur. 
Jika badai ini cukup kuat atau berlangsung cukup lama, maka angin baratan ini cukup kuat untuk memicu El Nino. Saat terjadi La Nina, angin passat kuat dan pusat konvergensi sirkulasi Walker bergeser ke arah barat di daerah Indonesia dan sekitarnya. Akibatnya di daerah Indonesia, Australia, Papua Nugini, Selandia Baru, Brasil, Cina, India, Afrika Selatan dan Afrika Timur, hujan meningkat melebihi kondisi normalnya. Sedangkan di Pasifik Tengah dan Timur, Amerika Utara dan Amerika Selatan bagian subtropis dan sekitar pantai Peru, badai dan hujan berkurang, kondisi El Nino merupakan kebalikan dari kondisi La Nina. 

Sumber Gambar: rimbakita.com

Hal ini dapat dijalaskan bahwa  mengapa fenomena lautan yang terjadi di Samudera Pasifik berpengaruh terhadap kondisi  cuaca dan curah hujan di Indonesia yaitu karena adanya Sirkulasi Walker yang berputar sejajar dengan garis khatulistiwa. Sirkulasi Walker terjadi akibat dari gaya gradien tekanan yang berasal dari satu area tekanan udara tinggi di wilayah timur Samudera Pasifik dan satu area tekanan udara rendah di wilayah archipelago Indonesia.

Anomali Suhu Muka Laut






NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post

No comments:

Post a Comment

Thank you for visiting our blog, please comment politely

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner