Sidebar Ads

Field Trip SLC-Nelayan 2020

 Field Trip Dan Penutupan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan 2020

Padan hari ke-3 yaitu kamis 15 Oktober 2020 mulai pukul 08.00-08.30 wib,  peserta  melakukan  cek  out  dari hotel untuk  menuju  ke  Kantor  Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap sekaligus acara Field Trip kunjungan lapang ke Stasiun Meteorologi Cilacap. Kunjungan ke Stasiun Meteorologi Kelas III Tunggul Wulung Cilacap bertujuan memperkenalkan berbagai jenis alat yang dapat digunakan untuk mengukur berbagai unsur cuaca dan iklim. Peserta juga diperkenalkan secara langsung bagaimana informasi cuaca dan iklim itu diolah dan disajikan. Para peserta diwajibkan untuk mengenakan atribut kelengkapan SLN yakni kaos yang telah disiapkan panitia dan kelengkapan APD Covid-19. Kunjungan ini untuk mendapatkan gambaran secara langsung tentang alat-alat ukur cuaca dan cara kerja alat ukurtersebut serta manfaat dari data yang telah dihasilkan untuk dianalisis dan pembuatan prediksi cuaca maritim.


















Selanjutnya acara penutupan kegiatan Sekolah Lapang Cuaca  Nelayan Tahun 2020 Stasiun Meteorologi Cilacap Klas III Tunggul Wulung Cilacap dilaksanakan setelah kegiatan Field Trip. Sebelum acara penutupan dilakukan Post-Test untuk mengetahui sejauh mana penyerapan materi oleh pesrta SLC-Nelayan dengan hasil 71 %. Acara penutupan dilaksanakan di Aula Stasiun Meteorologi Cilacap. Diawali dengan sambutan dan ucapan terima kasih oleh  Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Tunggul Wulung Cilacap, sambutan dari Kepala Kelompok Teksnis (KAPOKSI) Stamet Cilacap sekaligus sebagai ketua panitia SLC-Nelayan dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan peserta terbaik sekaligus menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti kegiatan dan selanjutnya Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Cilacap menutup kegiatan SLC-Nelayan  Tahun 2020 Stasiun Meteorologi Klas III Tunggul Wulung Cilacap disertai  dengan  pelepasan  atribut  peserta  secara  simbolis,  yang menandakan berakhirnya kegiatan serta pemberian hadiah terhadap kelompok- kelompok yang terpilih, selanjutnya acara ditutup dengan do’a.














Dalam rangka meningkatkan kemampuan jangkauan informasi cuaca dan iklim untuk kegiatan nelayan di laut, BMKG menyelenggarakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLC-Nelayan) yang diharapkan bermanfaat untuk mendukung sektor Kelautan. Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLC-Nelayan) yaitu suatu bentuk pendekatan yang memberdayakan penyuluh untuk memahami dan memanfaatkan informasi cuaca maritim secara efektif dalam mendukung perikanan tangkap di laut. Melalui kegiatan SLC-Nelayan ini, diharapkan tercapai program peningkatan pemahaman informasi cuaca maritim yang diterbitkan BMKG khususnya bagi para nelayan, petugas penyuluh perikanan, dan petugas dinas terkait di jajaran pemerintah daerah Kabupaten Cilacap.
Efektifitas SLC-Nelayan dalam meningkatkan pemahaman informasi cuaca maritim  kepada penyuluh nelayan menjadi suatu pertaruhan yang kritis. Hal tersebut sangatlah beralasan karena bila SLC-Nelayan yang diselenggararakan berjalan tidak efektif, tidak menghasilkan nilai apapun terhadap pengguna maka akan muncul suatu sikap ketidakpercayaan terhadap informasi BMKG. Namun bila  SLC-Nelayan dapat berjalan sesuai harapan maka secara tidak langsung BMKG telah membuat suatu jaringan informasi cuaca maritim informal yang sangat efektif dan handal. 
Metode pembelajaran waktu singkat (kurang dari 7 hari) dan usia peserta diatas 45 tahun   dengan hasil Pree-Test 43% dan Post-Test 72% terjadi peningkatan 29%. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan SLC-Nelayan cukup efektif walaupun dengan peningkatan presentase tersebut kamu merasa belum puas mengingat jumlah peserta yang terbatas dibandingkan jumlah nelayan yang ada di kabupaten Cilacap.
Bisa dibayangkan biaya yang harus dikeluarkan bila membangun sebuah sistim informasi yang melibatkan peralatan canggih. Dengan penyelenggaraan SLC-Nelayan, maka alur informasi cuaca maritim akan berjalan secara horizontal (antar kelompok nelayan) dan vertikal (penyuluh- nelayan) sehingga dapat diputuskan langkah-langkah antisipasi dalam menghadapi caca dan iklim ekstrim. 


Post a comment

0 Comments

close