Sidebar Ads

SLC-Nelayan Cilacap

 Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Kabupaten Cilacap

SLC-Nelayan Tahun  2020  Stasiun  Meteorologi  Klas III Tunggul Wulung Cilacap dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yaitu tanggal 13 – 15 Oktober 2020 di Fave Hotel Cilacap Jl. Budi Utomo No.38, Kec. Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53212.. 

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini selain materi dari modul yang sudah disiapkan, juga menggunakan alat peraga sederhana dalam penyampaiaanya, sehingga akan lebih memudahkan peserta dalam memahami materi-materi, khususnya memahami proses-proses yang terjadi di alam dan kaitannya dengan kondisi cuaca dan  iklim serta perubahannya.  Sebagai pedoman peserta guna kelancaran pelaksanaan, telah disusun buku panduan untuk memberikan petunjuk sekaligus pengenalan selama proses pelaksanaan SLC-Nelayan ini.

Pelaksanaan hari pertama SLC-Nelayan Tahun 2020  Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap diawali dengan Registrasi peserta yang bertempat di Fave Hotel, peserta diminta untuk mengumpulkan kelengkapan berupa Surat Perintah Tugas (SPT) dan Surat Undangan sebagai peserta, dilanjutkan dengan Pembagian Seminar Kit dan Kamar








Bagi peserta yang sudah registrasi langsung diberikan makan siang berupa nasi kotak. Setelah semua peserta melakukan registrasi dan ISHOMA hingga pukul 12.00 WIB, peserta menuju Gedung Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk melaksanakan acar pembukaan SLC-Nelayan Tahun 2020.
Pembukaan SLC-Nelayan Tahun 2020 diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu sambutan dan laporan oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Tunggul Wulung Cilacap, sambutan wakil bupati Kabupaten Cilacap, sambutan Deputi Meteorologi BMKG (Virtual) dan dilanjutkan sambutan sekaligus Pembukaan kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Tahun 2020 Stasiun Meteorologi Klas III Tunggul Wulung Cilacap oleh Anggota Komisi V DPRRI Ibu Hj. Novita Wijayanti, SE.,MM. Pembukaan ditandai dengan Pemukulan Gong dan Pengalungan tanda peserta secara simbolis yang diberikan kepada peserta oleh Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Cilacap yang didampingi Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Cilacap
Acara Pembukaan juga dihadiri oleh Kepala Pusat Maritim BMKG Bapak Eko Prasetyo, MT. dan juga dilakukan secara online yang dihadiri oleh Undangan dari Instansi Internal BMKG, antara lain Kepala Balai Wilaya II BMKG, Koordinator UPT BMKG Jawa Tengah dan KUPT BMKG se Indonesia.
Adapun Undangan dari Instansi lain: Kepala DKP Kabupaten Cilacap, BPBD Cilacap, DANLANAL Cilacap, Kepala Dinas Pertanian Cilacap, Kepala BPBD Cilacap, Kepala KSOP, Kepala Polisi Air Cilacap, Kepala BASARNAS Cilacap, serta dari Media Cetak dan Media Elektronik.
















Selesai acara pembukaan Sekolah Lapang Cuaca  Nelayan, kemudian peserta kembali ke hotel untuk mendapatkan materi dari Kepala Pusat Maritim BMKG Bapak Eko Prasetyo,MT  dan dilanjutkan materi dari Bapak DR. Widada Sulistya, DEA (virtual).


Up








load








gambar anda di sini..!

Proses belajar yang akan dilaksanakan dalam kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini akan menerapkan metoda parsipatif, dimana diharapkan antar peserta dengan  peserta  juga dengan  narasumber  maupun  panitia  terjadi komunikasi interaktif yang dituangkan dalam proses pembelajaranan dan tetap mengacu pada protocol Covid-19 yaitu menjaga jarak, menggunakan masker, dan pelindung wajah.

Pelaksanaan SLC-Nelayan pada hari ke-2, materi pertama   “Kontrak Belajar dan Dinamika Kelompok” yang disampaikan oleh Bapak Teguh Wardoyo, SP.,M.Si dari BMKG Cilacap. Dalam materi ini dijelaskan tentang kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan 2020 dan beberapa maksud dan tujuannya (Modul 1). Selain itu dalam materi ini juga diisi dengan simulasi dan permainan yang telah dipersiapkan. Harapan setelah melakukan kegiatan dinamika kelompok para peserta  dapat :

  1. Mengenal satu sama lain dan mengembangkan hubungan yang lebih dekat antar sesama peserta sekaligus dengan panitia yang dalam hal ini adalah calon mitra mereka dalam memenuhi kebutuhan informasi cuaca dan iklim.
  2. Menetapkan tujuan, hasil yang diharapkan dan kegiatan tindak  lanjut dari proses belajar.
  3. Terbentuknya kelompok dalam kelas Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dengan memberikan nama kelompok yang ada hubungannya dengan unsur cuaca atau iklim serta membuat yel-yel kelompok sebagai penyemangat dalam berkompetisi antar kelompok. 
















Setelah materi kontrak belajar dan dinamika kelompok, dilaksanakan Pre- test kepada peserta, yaitu pengujian kepada peserta dengan memberikan berapa soal atau pertanyaan seputar pengetahuan dan pemahaman tentang informasi cuaca dan iklim.

Pre-test ini akan dijadikan referensi serta evaluasi akhir atas efektifitas muatan materi kegiatan SLC-Nelayan ini. Dan selanjutnya pada akhir kegiatan juga akan dilaksanakan post-test guna mengetahui bobot peningkatan para peserta selama mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan. Hasil Pre-Test kemudian dibuat persentase nilai jawaban yang benar, yang mencerminkan kemampuan atau pemahaman peserta tentang cuaca dan iklim untuk kegiatan kelautan. Hasil persentase Pre Test peserta Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLC-Nelayan) Tahun 2020 sebesar 43%.

Materi ke-3 pada hari Ke-2 kegiatan SLC-Nelayan adalah materi Meteorologi Umum (Modul 2) yaitu mengenai pengenalan “Unsur Cuaca dan Iklim Untuk Kelautan” dari Narasumber Adnan Dendy Mahardika, A.Md dari Stasiun Meteorologi Klas III Tunggul Wulung Cilacap. Dalam kesempatan ini juga dijelaskan mengenai unsur Cuaca, iklim, perbedaan  istilah  cuaca  dan  iklim  serta  alat  pengamatan unsur  cuaca  yang digunakan.   
Unsur cuaca dan iklim merupakan faktor yang sulit dikontrol oleh manusia, sementara itu cuaca dan iklim sangat mempengaruhi kondisi laut serta biota yang ada didalamnya terutama lokasi yang banyak gerombolan ikan di laut. Namun demikian, mengelola dan menangani unsur-unsur melalui pengukuran yang tepat dan akurat dapat menentukan keberhasilan dan mengurangi kegagalan dari setiap aktivitas nelayan di laut. 
Tujuan dari materi ini supaya peserta mengenal berbagai jenis  alat-alat  ukur  cuaca, meningkatkan  kesadaran  tentang  pentingnya  data cuaca untuk mendukung kegiatan nelayan dan mendorongnya untuk mengembangkan pengamatan mereka sendiri dengan menggunakan alat sederhana.













Dalam kegiatan belajar juga diselingi dengan tes pemahaman materi selama tiga sesi dengan cara memberikan pertanyaan terkait apa yang telah dijelaskan oleh narasumber. Bagi peserta yang dapat menjawab dengan baik diberi Dorprize.

Materi ke-4 pada hari Ke-2 kegiatan SLC-Nelayan adalah materi tentang “Dinamika Kelautan” (Modul 3) dari Narasumber Deas Ahmad Rifa’I, S.komp., M.Si. dari Stasiun Meteorologi Klas III Tunggul Wulung Cilacap. Dalam materi ini dijelaskan mengenai fenomena laut yang terkait dengan unsur cuaca dan perubahan iklim.
Tujuan dari materi ini supaya peserta memamhami sejauh mana unsur cuaca dan perubahan iklim berpengaruh terhadap fenomena yang terjadi di laut serta dampak yang terjadi, sehingga nelayan akan lebih peduli terhadap informasi cuaca maritime yang disediakan oleh BMKG.














Materi ke-5 pada hari Ke-2 kegiatan SLC-Nelayan adalah materi tentang “Proses Pembentukan Angin, Awan, Hujan, Dan Gelombang Laut” (Modul 4) dari Narasumber Rendi Krisnawan A.Md. dari Stasiun Meteorologi Klas III Tunggul Wulung Cilacap. Dalam materi ini dijelaskan mengenai fenomena laut yang terkait dengan unsur cuaca dan perubahan iklim.
Tujuan dari materi ini supaya peserta memahami tentang proses terjadinya Angin, Awan, Hujan, dan Gelombang laut sehingga dapat meningkatkan  kesadaran  tentang  pentingnya  data cuaca untuk mendukung kegiatan nelayan dan mendorongnya agar nelayan lebih waspada terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di laut terkait dengan pengaruh unsur cuaca yang diamati oleh UPT BMKG.



















Materi ke-6 pada hari Ke-2 kegiatan SLC-Nelayan adalah materi tentang “Informasi Cuaca Dan Iklim” (Modul 5) dari Narasumber Nurmaya, A.Md. dari Stasiun Meteorologi Klas III Tunggul Wulung Cilacap. Dalam materi ini dijelaskan mengenai fenomena laut yang terkait dengan unsur cuaca dan perubahan iklim.
Tujuan dari materi ini supaya peserta memahami tentang proses terjadinya Angin, Awan, Hujan, dan Gelombang laut sehingga dapat meningkatkan  kesadaran  tentang  pentingnya  data cuaca untuk mendukung kegiatan nelayan dan mendorongnya agar nelayan lebih waspada terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di laut terkait dengan pengaruh unsur cuaca yang diamati oleh UPT BMKG.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memiliki tugas salah satunya untuk memberikan informasi terkait cuaca dan iklim. Kendala yang umum dihadapi adalah terbatasnya pengetahuan pengguna terhadap produk informasi yang disampaikan oleh BMKG. Untuk itu diperlukan sosialisasi serta penyederhanaan informasi tersebut agar lebih mudah dipahami. Perlu penjabaran yang sederhana serta bahasa yang mudah dipahami, sehingga diharapkan masyarakat nelayan mampu menangkap informasi yang telah disediakan.















Dalam kegiatan belajar juga diselingi dengan tes pemahaman materi selama tiga sesi dengan cara memberikan pertanyaan terkait apa yang telah dijelaskan oleh narasumber. Bagi peserta yang dapat menjawab dengan baik diberi Dorprize.



Post a comment

0 Comments

close