Advertisment

Breaking News

Bagaimana Awan Terbentuk?

 



Angin adalah gerakan horizontal udara, mengangkut energi yang ditransfer dari permukaan bumi sebagai panas latent (latent heat). Panas sensibel ditransfer melalui proses konduksi dan konveksi. Proses konduksi mentransfer energi dalam suatu zat, dan konveksi mentransfer energi melalui gerakan vertikal zat yang dipanaskan. Panas laten adalah transfer energi dengan mengubah zat itu sendiri. Air memiliki kemampuan untuk berada dalam bentuk cair, gas, atau padat. Transformasi dari bentuk cair menjadi gas disebut penguapan; proses sebaliknya, dari gas menjadi cairan, disebut kondensasi; dari cair menjadi padat dikenal sebagai pemadatan (pembekuan); dan dari padat menjadi cair, fusi (peleburan). Air juga dapat diubah langsung dari padat menjadi gas (sublimasi), atau sebaliknya, melalui proses yang disebut pengendapan.

Awan terbentuk ketika udara mengandung uap air (gas) sebanyak yang dapat ditampungnya yang disebut dengan titik jenuh, dan bisa dicapai dengan dua cara :
  • Pertama, kelembapan terakumulasi hingga mencapai jumlah maksimum yang dapat ditampung oleh volume udara. 
  • Kedua,Metode lain mengurangi suhu udara yang diisi kelembaban, yang pada gilirannya menurunkan jumlah kelembaban yang dapat dikandungnya. 
Tingkat kejenuhan dicapai melalui penguapan dan kondensasi. Saat udara benar-benar dalam kondisi jenuh, akan terbentuk tetesan air berupa kabut dan awan.

Kondensasi dengan sendirinya tidak menyebabkan pengendapan (hujan, salju, hujan es, hujan es).Namun tingkat kelembaban di awan harus maksimal agar dapat jatuh ke permukaan bumi. Proses ini terjadi melalui dua proses. 
  • Di awan dingin, kristal es dan tetesan air berdampingan,karena ketidakseimbangan tekanan uap air, tetesan air berpindah ke kristal es. Kristal tersebut akhirnya tumbuh cukup berat sehingga jatuh ke permukaan bumi. 
  • Tetesan air bertabrakan dan mengubah muatan listriknya, tetesan dengan muatan yang berbeda menarik satu sama lain dan akhirnya bergabung, sampai memiliki berat yang cukup untuk jatuh ke permukaan bumi
Kabut dan awan sebenarnya sama, namun yang membedakan adalah ketinggian. Kabut didefinisikan sebagai tetesan air yang terlihat pada ketinggian di bawah 50 kaki (15,2 meter) namun tidak menempel dipermukaan bumi.Jika menempel di permukaan bumi di sebut sebagai embun. Jika tetesan air terlihat dimulai pada atau di atas 50 kaki, itu disebut awan.

Ada dua jenis kabut yang umum disebut kabut radiasi dan kabut adveksi. Kabut radiasi terbentuk pada malam hari saat permukaan bumi mendingin dan udara di atasnya mendingin secara bergantian melalui konduksi. Jika udaranya cukup lembab, pendinginan mencapai tingkat kejenuhan dan terlihat seperti tetesan air,kabut jenis ini sering kita sebut sebagai kabut tanah karena letaknya yang begitu dekat dengan permukaan bumi ini terbentuk ketika udara lembab hangat bergerak di atas permukaan yang lebih dingin (adveksi berarti bergerak secara horizontal).



No comments

Terimakasih Anda Telah Berkunjung Ke Blog Kami, Silahkan Berkomentar Dengan Sopan.