Advertisment

Breaking News

Menentukan Tinggi Dasar Awan (cloud)

Saat udara naik, dan tekanan atmosfer di atasnya berkurang, molekul udara akan menyebar dengan membawa panas. Bayangkan satu meter kubik udara naik dan mengembang, sebuah parsel udara akan berkurang molekulnya, tetapi yang lebih penting dalam hal ini adalah terjadinya penurunan suhu udara dalam parsel. Pemuaian udara menyebabkan suhu turun, meskipun sebenarnya tidak ada panas yang diambil dari udara. Perubahan suhu yang terjadi karena pemuaian atau kontraksi dan tanpa penguatan atau hilangnya panas disebut perubahan suhu adiabatik. Ketika udara naik di atmosfer dan penurunan suhu udara dengan kecepatan 10°C untuk setiap kilometer kenaikannya, dikenal sebagai Laju selang Adiabatik Kering (dry adiabatic lapse rate)

Ketika udara menyebar (saat naik), akan membuka ruang yang dapat diisi lebih banyak molekul air, memungkinkan lebih banyak molekul air menguap ke udara dari pada di ketinggian yang lebih rendah. Ini menurunkan titik embun dengan kecepatan sekitar 2°C untuk setiap kilometer kenaikan. Ini dikenal sebagai laju selang titik embun (dew point lapse rate).

Pada kesempatan ini dengan menggunakan grafik suhu udar (dry-bulb tempherature) dan laju selang titik embun (dew point lapse rate) untuk membantu menentukan ketinggian di mana awan akan terbentuk sebagai tinggi dasar awan.


Ilustrasi gambar by Blog-Qul

Berdasarkan grafik langkah menentukan tinggi dasar awan yang terbentuk adalah sebagai berikut :

  1. Cari Suhu Bola Kering dan Titik Embun pada sumbu x.
  2. Ikuti garis lurus miring ke atas untuk suhu Bola Kering (dry-bulb themperature) dan garis putus-putus untuk suhu titik embun (dew point)
  3. Temukan titik pertemuan kedua garis dan tentukan ketinggiannya dengan menggunakan skala Ketinggian pada sumbu y. Di atas titik ini suhu akan mendingin di bawah titik embun dan awan akan terbentuk.


No comments

Terimakasih Anda Telah Berkunjung Ke Blog Kami, Silahkan Berkomentar Dengan Sopan.