-->
Travelling
Description : Green Canyon is located in the village of Kertayasa, Ciamis, West Java, about 31 km from Pangandaran. When you arrive at the main entrance and Green Canyon parking area, you will see a lot of wooden boats popularly called “Ketingting” lined up neatly on the river bank. Boats are what will bring you to the Green Canyon with Rp.125.000, 00 costs per boat. 1 boat contents max capacity 6 people.
JENGGALA WATERFALL : This tourist attraction was originally called Curug Tempuan, because this waterfall is a confluence of several rivers that merge into one. So that local residents hold a meeting with village officials. This meeting discussed the change in the name of the waterfall. So the waterfall changed its name to Curug Jenggala.
THE LEGEND OF THE TAPOMAS RESERVOIR : In the 1980s, the pride of the residents was destroyed to stem the Serayu river during the New Order government, which at that time developed a dam project for a hydroelectric power plant (PLTA) by damming the Serayu river in Wanadadi District.
Green Canyon Pangandaran : Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran sungai Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua dengan stalaktit dan stalakmit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.
Description : Body rafting green canyon pangandaran

Upwelling

 

UPWELLING
Area upwelling utama di sepanjang pantai dunia dengan warna merah. Upwelling terjadi ketika angin bertiup melintasi permukaan laut mendorong air menjauh dari suatu area dan air di bawah permukaan naik dari bawah permukaan untuk menggantikan air permukaan yang berbeda. Perairan bawah permukaan ini biasanya lebih dingin, kaya nutrisi, dan produktif secara biologis. Oleh karena itu, tempat penangkapan ikan yang baik biasanya ditemukan di mana upwelling biasa terjadi. Misalnya, daerah penangkapan ikan yang kaya di sepanjang pantai barat Afrika dan Amerika Selatan didukung oleh upwelling pesisir sepanjang tahun.





Angin yang bertiup melintasi permukaan laut sering kali mendorong air menjauh dari suatu daerah. Ketika ini terjadi, air naik dari bawah permukaan untuk menggantikan air permukaan yang kosong. Proses ini dikenal sebagai "upwelling".

Upwelling terjadi di laut terbuka dan di sepanjang garis pantai. Proses sebaliknya, yang disebut downwelling, juga terjadi ketika angin menyebabkan air permukaan menumpuk di sepanjang garis pantai. Air permukaan akhirnya tenggelam ke dasar.
Upwelling dan downwelling musiman juga terjadi di sepanjang Pantai Barat Amerika Serikat. Di musim dingin, angin bertiup dari selatan ke utara, mengakibatkan downwelling. Selama musim panas, angin bertiup dari utara ke selatan, dan air bergerak ke lepas pantai, mengakibatkan upwelling di sepanjang pantai. Upwelling musim panas ini menghasilkan perairan pantai yang dingin di area San Francisco, yang menyebabkan seringnya kabut musim panas. (Duxbury, dkk, 2002.)

 
 

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post