-->
Product Description : These women's Bali briefs offer a seamless, flexible fit. The soft, stretchy microfiber construction provides all-day comfort.
JENGGALA WATERFALL : This tourist attraction was originally called Curug Tempuan, because this waterfall is a confluence of several rivers that merge into one. So that local residents hold a meeting with village officials. This meeting discussed the change in the name of the waterfall. So the waterfall changed its name to Curug Jenggala.
THE LEGEND OF THE TAPOMAS RESERVOIR : In the 1980s, the pride of the residents was destroyed to stem the Serayu river during the New Order government, which at that time developed a dam project for a hydroelectric power plant (PLTA) by damming the Serayu river in Wanadadi District.
Product description : A true everyday pant. Super soft and comfortable. The stretch lace trim at your waist and legs offers a custom fit for all day comfort that won't show through clothes
Product Description : Our silky Bodysuede brief will become a staple in your wardrobe. The colors are designed to work with any of your favorite Wacoal bras.

Download Dan Ekstrak Data Hujan CHIRPS Dengan ArcGis

 Download Dan Ekstrak Data Curah Hujan CHIRPS Dengan ArcGis


1. Langkah Pertama adalah masuk ke Web resmi CHIRPS :
lalu scrol ke bawah pilih Access CHIRPS :

Halaman Web CHIRPS

2. Di ke halaman direktori akses data untuk Indonesia ada indonesia_dekad/ dan indonesia_monthly/. Data Indonseia _dekade merupakan data 10 harian (dasarian) dan data Indonesia_monthly merupakan data bulanan, terserah mau pilih yang mana. Dalam tutorial ini kita ambil contoh data bulanan.

Gambar data Yang Akan Di Download

3. Selanjutnya pilih indonesia_monthly/ atau data curah hujan Indonesia bulanan. Data tersedia mulai Januari 1981 hingga sekarang dan Data selalu terupdate. Kemudian Download data curah hujan yang dibutuhkan.

Gambar Data Bulanan

4. Setelah data yang dibutuhkan telah di download semua langkah selanjutnya sebelum di buka dengan program ArGis, data diekstrak menggunakan WINRAR. Perlu diketahui bahwa hasil ekstrak terdapat dua format file yaitu file berektensi BIL dan HDR dan yang akan kita gunakan adalah file berektensi BIL.

Gambar Data Hasil Ekstrak

5. Langkag selanjutnya adalah kita buka ArcMap, dan data berekstensi BIL drag ke program ArcMap dan hasilnya seperti dibawah ini.


Gambar Pengolahan Data menggunakan ArcMap

Gambar Proses Input Data Ke ArcMap

Gambar Peta Hujan dari CHIRPS di ArcMap

Gambar diatas data menunjukan hujan maksimum 1748 mm dan minimum -9999. Data CHIRPS sebenarnya data yang menunjukan wilayah daratan saja sehingga wilayah lautan diberi nilai -9999.

6. Untuk mendapatkan data curah hujan dari gambar diatas dilakukan dengan cara masuk ke ArcToolbox →Spatial Analyst Tools → Local → Cell Statistic

Gambar Proses Mendapatkan Data Curah Hujan

Gambar Proses Ekstrak Data Curah Hujan

Hasil dari running Cell Statistic seperti pada gambar dibawah ini


Hasil dari penjumlahan tiap layer maksimum curah hujan 8000 mm dan minimum -11998. Minimum -11998 mm adalah nilai yang di berikan untuk wilayah laut yang merupakan akumulasi dari nilai -9999 dan tentunya nilai ini harus di hilangkan karena stidaknya jika tidak ada hujan di wilayah darat nilainya harus 0 mm.

7. Untuk menghilangkan nilai -11998 masuk ArcToolboox→ Spatial Analyst Tools→Map Algebra→Raster Calculator

Gambar Proses Menghilangkan Nilai Minimum Negatif

Di jendela Raster Calculator ketik → SetNull("2020" < 0,"2020") → Angka 2020 merupakan nama file hasil running Statistic dan jangan lupa tentukan nama file dan lokasi penyimanannya dan terakhir pada jendela Raster Calculator Klik OK.

Gambar Menghilangkan Nilai Minimum Negatif



Gambar Setelah Nilai Minimum Negatif Dihilangkan

Hasil seperti pada gambar diatas menunjukan bahwa nilai maksimum 8000 mm dan minimum 2 mm. Resolusi data 0,050 x 0,050 (5,56 km) sehingga cukup detail dibandingkan dengan data satelit lainya.

Gambar Resolusi Peta Curah Hujan Dari CHIRPS



Gambar Peta Curah Hujan

8. Untuk mendapatkan variasi data kita harus melakukan interpolasi. Langkahnya adalah lakukan terlebih dulu peta diatas rubah dalam bentuk point. Klik →ArcToolBox→Conversion Tool→Raster To Point. Input Raster dan tentukan nama file dan folder penyimanannya kemudian Klik OK.


Gambar Proses Raster To Point


Gambar Peta Hujan Dalam Lokasi Titik

9. Untuk mengetahui apakah peta sudah memiliki system koordinat yaitu dengan cara Klik Kanan pada layer →Pilih Properties→Layer Properties.

Gambar Koordinat Sistem Peta Yang belum Terdefinisikan

Undefined maksudnya belum memiliki system koordinat. Agar memiliki sytem koordinat lakukan dengan langkah : Masuk ke ArcToolBox→Data Management Tools→Projection And Transformation→Project

Gambar menentukan Sistem Koordinat Peta


Gambar Langkah menentukan Sistem Koordinat

Selanjutnya kita atur koordinet sistemnya yaitu dengan langkah sebagai berikut : Klik Layer →Coordinat System→WGS_1984_UTM_Zone_49S (karena wilayah yang akan diinterpolasi masuk Zona 49 Selatan) dan Klik OK.

Gambar Sistem Koordinat Layer Di ArcMap


10. Selanjutnya Kita akan melakukan interpolasa data hujan, Misalnya kita pilih wilayah Cilacap, Kebumen, Banyumas, Purbalingga Dan Banjarnegara. Kita gunakan menu Select Features

Gambar Menentukan Wilayah Yang Akan Dilakukan Interpolasi data Hujan

Masuk ke ArcToolBox→3D Analyst Tools→IDW. Setelah masuk ke Jendela IDW lakukan pengisian Pada kolom yang tersedia lalu Klik OK

Gambar Langkah Interpolasi Menggunakan IDW


Gambar Hasil Interpolasi

Hasil interpolasi menghasilkan data yang beragam, namun resolusinya tetap sesuai dengan data sumbernya. Selanjutnya kita lakukan klaisifikasi agar tampak lebih jelas yaitu dengan langkah sebagai berikut :

Gambar Melakukan Klasifikasi

Demikianlah Tutorial Download Dan Ekstrak Data Curah Hujan CHIRPS Dengan ArcGis dan semoga bermanfaat. 

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post