-->
Product Description : These women's Bali briefs offer a seamless, flexible fit. The soft, stretchy microfiber construction provides all-day comfort.
JENGGALA WATERFALL : This tourist attraction was originally called Curug Tempuan, because this waterfall is a confluence of several rivers that merge into one. So that local residents hold a meeting with village officials. This meeting discussed the change in the name of the waterfall. So the waterfall changed its name to Curug Jenggala.
THE LEGEND OF THE TAPOMAS RESERVOIR : In the 1980s, the pride of the residents was destroyed to stem the Serayu river during the New Order government, which at that time developed a dam project for a hydroelectric power plant (PLTA) by damming the Serayu river in Wanadadi District.
Product description : A true everyday pant. Super soft and comfortable. The stretch lace trim at your waist and legs offers a custom fit for all day comfort that won't show through clothes
Product Description : Our silky Bodysuede brief will become a staple in your wardrobe. The colors are designed to work with any of your favorite Wacoal bras.

Penyebab Banjir Jeruklegi Cilacap 21072001

Hujan lebat yang terjadi di wilayah kabupaten Cilacap pada kamis dini hari 21 Juli 2021 mengakibatkan Banjir yang menggenangi ruas jalan nasional yang menghubungkan dua kecamatan yaitu kecamatan Jeruklegi-Kawunganten. Curah hujan yang tercatat di beberapa pos pengamatan hujan yaitu pos pengamatan tunggul wulung 63,6 mm, Adipala 46 mm,  Maos 55 mm, Binangun  51 mm, Gandrungmangu 70 mm dan Curah Hujan pos pengamatan Kawunganten  165 mm.

image:serayunews.com

Hasil analisis berbagai paramater meteorologi maupun klimatologi terkait dengan terjadinya benjir diantaranya adalah :

PARAMETER GLOBAL 

Dipole Mode Indeks (DMI)

Nilai Indeks model running tanggal 17 Juli 2021 dari Australia (Bom.gov.au) menunjukan nilai negatif yaitu -0,4  derajat celcius yang artinya DMI dalam fase netral yang secara teoritis  tidak terjadi perubahan peningkatan uap air diwilayah Indonesia.

Model Running 17 Juli 2021 
Image : bom.gov au

MJO (Madden Julian Oscilation)

MJO aktif di wilayah Indonesia (fase 4 dan 5) mulai tanggal 17-20 Juli 2021, 21 Juli 2021 mulai melemah di wilayah Indonesia. Sehingga hujan lebat yang terjadi di beberapa wilayah di kabupaten Cilacap tidak dipengaruhi oleh MJO.

Southern Oscillation Index (SOI)



Nilai indeks SOI selama 3 bulan berturut-turut (April-Juli 2021) kurang dari +7, sehingga potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia tidak signifikan.

Indeks ENSO di NINO 3.4 


Indeks ENSO pada kisaran -5 dan +5 (normal ± 0.5) sehingga tidak  signifikan terhadap peningkatan hujan di wilayah Indonesia. 

Dari anilisis parameter global menunjukan bahwa tidak memiliki pengaruh yang signifakn terhadap kejadian hujan pada tanggal 21 Juli Dini hari di wilayah Kabupaten Cilacap.

PARAMETER REGIONAL


20 Juli 2021 Jam 00.00 utc

20 Juli 2021 Jam 12.00 utc

21 Juli 2021 Jam 00.00 utc

Pusaran Angin terjadi di selatan ekuator yaitu dekat dengan pesisir barat Sumatra dan Jawa. Begitu juga di perairan Barat Australia. Saat yang bersamaan di Utara ekuator terjadi TS Cempaka dan TS IN-FA. Kondisi inilah yang pada dasarnya menyebabkan terjadinya hujan diantaranya di wilayah Kabupaten Cilacap. 

Pusaran angin yang di selatan ekuator terutama di perairan barat Australia menyebabkan adanya pertumbuhan awan dan awan tersebut bergerak ke arah barat laut hingga belok ke arah Utara  akibat adanya TS Cempaka dan TS IN-FA. Pergerakan angin yang terjadi perlambatan kecepatan hingga kurang dari 5 knot yang disebabkan adanya pembelokan angin menyebabkan terjadinya hujan di pulau Jawa bagian Selatan. Pusaran Angin yang juga disebut dengan Vortex jika terus terjadi kemungkinan besar yang menyebabkan kondisi musim kemarau di Indonesia masih banyak terjadi hujan. 


NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post