-->
Travelling
Description : Green Canyon is located in the village of Kertayasa, Ciamis, West Java, about 31 km from Pangandaran. When you arrive at the main entrance and Green Canyon parking area, you will see a lot of wooden boats popularly called “Ketingting” lined up neatly on the river bank. Boats are what will bring you to the Green Canyon with Rp.125.000, 00 costs per boat. 1 boat contents max capacity 6 people.
JENGGALA WATERFALL : This tourist attraction was originally called Curug Tempuan, because this waterfall is a confluence of several rivers that merge into one. So that local residents hold a meeting with village officials. This meeting discussed the change in the name of the waterfall. So the waterfall changed its name to Curug Jenggala.
THE LEGEND OF THE TAPOMAS RESERVOIR : In the 1980s, the pride of the residents was destroyed to stem the Serayu river during the New Order government, which at that time developed a dam project for a hydroelectric power plant (PLTA) by damming the Serayu river in Wanadadi District.
Green Canyon Pangandaran : Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran sungai Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua dengan stalaktit dan stalakmit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.
Description : Body rafting green canyon pangandaran

Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Cilacap 2021

Dalam rangka optimalisasi pelayanan terkait informasi cuaca dan iklim bagi para nelayan di wilayah Kabupaten Cilacap BMKG melalui stasiun Tunggul Wulung Cilacap kembali melakukan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN). Stamet Tunggul Wulung Cilacap melaksanakan SLCN sejak tahun 2019, namun tahun 2021 ini jumlah peserta meningkat menjadi 100 pserta dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah hanya 25 peserta. Kegiatan SLCN dilaksanakan di gedung Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kabupaten cilacap pada tanggal 28 September 2021 dan dibuka langsung oleh Kepala BMKG Prof. Dr Dwikorita Karnawati.

Pembukaan SLCN Cilacap 2021

Dalam acara pembukaan di hadiri oleh Anggota Komisi V DPRRI Hj. Novita Wijayanti, Kepala Pusata Maritim BMKG, Bupati Cilacap, dan seluruh KUPT BMKG Jawa Tengah. 

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Dalam kegiatan SLCN Tahun ini bertema "Mewujudkan Nelayan Dengan Hasil Tangkap Meningkat dan Aman Berbasis Info Cuaca". Narasumber terdiri dari Pusat Maritim jakarta, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cilacap, dan Forecaster BMKG Cilacap dengan  materi yang disampaikan adalah :
  • Pengenalan dan pemahaman Informasi Cuaca Dan Iklim Maritim
  • Pengenalan Alat Observasi Modern Maritim BMKG
  • Informasi Cuaca Untuk Mengantisipasi Bencana

Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) merupakan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan nelayan terhadap informasi cuaca maritim guna mendukung kegiatan sektor perikanan dan kelautan. Prinsip SLCN adalah “Perhatikan Cuaca Sebelum Melaut”

Kegiatan SLCN Tahun 2021 secara garis besar bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para peserta dalam mengakses, membaca, menindaklanjuti dan mendiseminasikan informasi cuaca dan iklim maritim serta informasi prakiraan lokasi ikan (Peta Perencanaan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI)) dari sumber terpercaya yang memiliki kewenangan mengeluarkan informasi tersebut kepada komunitas yang mata pencahariannya berhubungan langsung dengan dunia maritim.

SLCN sebagai salah satu kegiatan program nasional pemerintahan Jokowi yang dilaksanakan berkelanjutan memiliki sasaran jangka Pendek dan Panjang, yaitu:

·      Sasaran Jangka Pendek:

Membantu nelayan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang informasi cuaca maritim dan memanfaatkan informasi tersebut dalam praktek perikanan mereka.

·      Sasaran Jangka Panjang:

Merangsang pengembangan ekonomi maritim yang berkelanjutan bagi nelayan dan pembudidaya dimana informasi cuaca dan iklim maritim adalah jantung dari strategi dan proses pengambilan keputusan.

Manfaat SLCN

  • Meningkatkan pemahaman dan keterampilan mengakses informasi cuaca maritim oleh penyuluh dan nelayan;
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam memanfaatkan informasi cuaca maritim guna antisipasi dan adaptasi terhadap dampak fenomena iklim ekstrem;
  • Nelayan yang mampu memanfaatkan informasi cuaca maritim untuk meningkatkan ekonomi dan menjamin keselamatan.
  • Terjalinnya kemitraan dengan Pemda, perusahaan-perusahaan di sektor perikanan kelautan dan koperasi- koperasi nelayan sehingga dapat merangsang peningkatan kesejahteraan nelayan/pembudidaya pada khususnya.

KONSEP DAN METODE

Kegiatan SLCN Tahun 2021 dilakukan dengan konsep “Goes to Field” dengan pelaksanaan kegiatan langsung di lapangan dan memperbanyak kegiatan interaktif antara narasumber dan nelayan serta praktik di lapangan. Muatan kurikulum SLCN   berdasarkan diagram alur pembelajaran sekolah lapang yaitu, “learn from experience” yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu: Mengalami, Mengungkapkan, Belajar dan Menganalisa, Menyimpulkan dan Menerapkan.


NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post